Jumat, 11 Februari 2011

Conspiracy Theory (Teori Persekongkolan)


Para sahabatku yang saya cintai, akhir-akhir ini saya sedikit tertarik dengan salah satu teori persekongkolan (Conspiracy Theory) Sebelum kita mengkaji lebih jauh tentunya kita harus tahu apa arti teori konspirasi? Konspirasi bermakna persekongkolan. Di Oxford Advanced Learner's Dictionary (1995), konspirasi diartikan sebagai ”sebuah rencana rahasia oleh sekelompok orang untuk melakukan sesuatu yang ilegal atau merugikan”. Jadi, setiap konspirasi mengandaikan perbuatan yang serbatersembunyi. Tidak ada pihak yang mengetahui secara pasti, kecuali intelijen negara, misalnya. Konspirasi lantas identik dengan perilaku para telik sandi.

Makna teori konspirasi, sebagaimana ditulis wikipedia, adalah teori tentatif yang menjelaskan sebuah peristiwa historis atau yang baru saja terjadi sebagai hasil perbuatan komplotan rahasia yang berasal dari para konspirator macchiavelian yang penuh kuasa.

Bukti-bukti yang disodorkan teori konspirasi tidak mencukupi dan tidak meyakinkan. Hal yang harus ditekankan adalah kata ”teori” di teori konspirasi bersifat informal. Jadi, teori dalam pengertian ini bercorak spekulatif dan hipotetis ketimbang ilmiah.

Karena karakteristiknya yang untung-untungan serta lebih banyak menyajikan dugaan, maka teori konspirasi mudah bertumbuh di masyarakat yang tertutup. Di masyarakat ini, informasi dikuasai satu pihak. Dari proses produksi, distribusi, hingga konsumsi terhadap informasi, semua dikendalikan secara totaliter oleh pemerintah. Banyak informasi yang sengaja dirahasiakan negara, sehingga publik hanya memiliki pengetahuan yang serbasedikit. Melakukan perbandingan atau menelisik suatu kasus besar yang mendapatkan perhatian publik sangat sulit dijalankan.

Selain itu, teori konspirasi juga mudah mencuat dalam masyarakat yang tidak lagi mempercayai pemerintah. Dalam situasi semacam ini, kredibilitas negara sangat rendah. Aparat kepolisian, kemiliteran, kejaksaan, intelijen, dan birokrasi pemerintah pada level apa pun acapkali sengaja membuat kekeliruan.
Kenyataan ini diperparah oleh pengelolaan administrasi yang penuh kekacauan. Negara dengan segenap aparat tidak lebih, meminjam ide Thomas Hobbes (1588-1679), sebagai Leviathan yang selalu ingin menerkam dan meneror rakyat sendiri.

Dalam situasi politik yang pengap dan kepercayaan publik kepada negara makin merosot, teori konspirasi bisa dijadikan katup pengaman bagi frustrasi sosial. Benar bahwa teori konspirasi tidak lebih berkedudukan sebagai rumor (desas-desus) yang penuh kekosongan.

Tapi, rumor itu bisa membesar karena masyarakat mendapatkan kepuasan psikologis dari rumor itu sendiri. Teori konspirasi mampu berperan sebagai katarsis (pelampiasan) yang menyelamatkan masyarakat dari jurang kehancuran jiwa. Bahkan, teori konspirasi dapat berkedudukan sebagai budaya perlawanan (counter culture) terhadap setiap cerita versi resmi negara. Sehingga, teori konspirasi adalah narasi populer yang bersetia menjalankan resistensi terhadap ketidakberesan negara.

Saya juga tidak paham sekali dengan teori konspirasi dan juga dunia intelijen. Mungkin pemahaman tentang kedua hal itu Para Sahabatku lebih baik ketimbang saya.

Saya yakin, tidak ada orang di dunia ini yang sungguh-sungguh faqih tentang kedua hal itu, karena ada kalimat jika “Konspirasi yang baik adalah yang tidak ketahuan”. Konspirasi adalah sesuatu yang bisa kita rasakan, namun untuk membuktikannya teramat sulit. Nah, jika ada konspirasi yang “ketahuan” atau bisa ditelusuri, maka itu pastilah konspirasi yang tidak baik dan tidak sempurna. 

Salah satu kasus konspirasi yang sangat buruk yang masih diingat kuat oleh jutaan orang di dunia adalah kasus rubuhnya menara kembar WTC di New York, 11 September 2001. Apa yang dikatakan Bush Cabal ke seluruh dunia, sebagai legitimasi invasi AS ke Afghanistan dan Irak dan juga merekonstruksi ulang pengaruhnya di seluruh dunia, termasuk Indonesia, bahwa Usamah bin Laden dengan Al-Qaidahnya yang mendalangi serangan pesawat itu sungguh-sungguh menggelikan karena terdapat ribuan bukti ilmiah—sekali lagi, ribuan bukti ilmiah—yang membantah hal tersebut. Seluruh bukti-bukti ilmiah menunjukkan jika tragedi WTC atau 9-11 tersebut adalah pekerjaan orang dalam (Inside Job).

Namun ada pula konspirasi yang awalnya ditutup-tutupi dengan rapat namun setelah berjalan sekian puluh tahun dibuka selubungnya oleh si pelaku konspirasi tersebut, sehingga peristiwa yang sebenarnya bisa diketahui umum. Dinas inteligen Amerika Serikat, CIA, merupakan salah satu lembaga negara yang memiliki prosedur standar seperti itu.

Salah satu peristiwa konspiratif yang akhirnya dibuka sendiri faktanya oleh CIA adalah peristiwa di negeri ini sejak tahun 1950-an sampai mencapai klimaksnya di tahun 1965-1966. Dalam berbagai dokumen yang telah dibukukan dan dijual bebas, walau sempat ditarik kembali peredarannya, CIA mengaku telah beberapa kali mencoba membunuh Presiden Soekarno, disebabkan orang ini tidak mau tunduk dan tidak mau melayani kepentingan AS. Namun usaha ini selalu gagal. 

Akhirnya tahun 1956, CIA merekrut sejumlah elit Indonesia untuk dididik di AS yang kemudian dikenal sebagai Mafia Berkeley secara diam-diam, juga merekrut sekelompok perwira Angkatan Darat untuk dijadikan Our Local Army-Friend. Lewat silent-operation, Soekarno akhirnya berhasil dikudeta di tahun 1965 dan naiklah Jenderal Harto sebagai penggantinya. Berbeda sekali dengan Soekarno, Harto ini membuka pintu lebar-lebar, bahkan sampai merubuhkan semua penghalang, agar Imperialisme AS bisa masuk dan memperkosa seluruh kekayaan alam negeri ini. Indonesia kembali dijajah secara de-jure dan de-facto sejak Nopember 1967 sampai detik ini. Sebab itu, saya tegaskan jika kemerdekaan kita sekarang ini sebatas mengibarkan bendera dan lomba makan kerupuk saja, selebihnya semua bidang masih dijajah asing.

Dunia intelijen dengan teori konspirasi bagai dua sisi berbeda dalam sekeping mata uang yang sama. Berbagai operasi yang dikerjakan atau digarap kalangan intelijen—apakah itu intel asing atau intel lokal—bukanlah konsumsi publik. Hanya user atau segelintir orang yang tahu operasi tersebut. Senjata utama intelijen untuk merahasiakan operasinya adalah apa yang dinamakan The Mind Control. Kontrol terhadap opini publik. Sebab itu, intelijen selalu punya kekuasaan atas kantor berita atau media massa besar, baik cetak maupun elektronik. Penyesatan dan dusta merupakan hal yang sangat lumrah bagi kalangan intelijen untuk keberhasilan misi mereka. 

Salah satu yang mencurigakan saya, dan juga banyak orang Indonesia, adalah operasi penumpasan teroris Malaysia, “Pak Ci” Noordin Moh Top dan jaringannya. Saya yakin Noordin dan kelompoknya yang suka ngebom di Indonesia itu memang teroris, bukan mujahid (kalau ngebom tentara Zionis di Palestina, Irak, atau Afghanistan, itu baru mujahid). Namun operasi penyergapan yang dipertunjukkan pasukan elit kepolisian Densus-88 di Temanggung sebulan lalu sungguh-sungguh menggelikan. Saya yakin ada skenario tertentu di balik itu. 

Saya dan banyak orang tahu, Densus 88 merupakan kesatuan elit Polri yang dibina mantan CIA, NSA, dan Secret Service, dilengkapi dengan berbagai persenjataan canggih, dan anggotanya diambil dari orang-orang terbaik Polri, dari fisik, kecerdasan intelektuil, juga dalam segi kejiwaan. Tiap personel Densus 88 telah melewat pelatihan yang berat dan lama, menghabiskan 30.000 butir peluru dan lulus berbagai tes dalam berbagai bidang. 

Namun operasi penyergapan di Temanggung sebulan lalu yang sampai mengerahkan 400-600an anggota Densus 88, memuntahkan puluhan ribu butir peluru, meledakkan delapan bom kejut, dan mengepung sebuah rumah kecil dan sederhana selama 18 jam, yang disiarkan secara live berbagai stasiun teve, sungguh-sungguh tidak memperlihatkan kualitas sebenarnya dari unit elit Densus 88. Padahal sasaran bersembunyi di Soft-target yang tidak banyak resiko seperti halnya jika dia bersembunyi di tengah pemukiman padat. Sandera pun tidak ada.

Seorang teman saya, pensiunan salah satu kesatuan elit TNI, mengatakan, “Satpol PP saja jika dilatih mengunakan senjata api bisa melakukan hal yang sama seperti yang terjadi di Temanggung, keroyokan seperti itu jelas bukan operasi kesatuan elit.” 

Dalam pikiran saya, seharusnya Densus 88 bisa menangkap hidup-hidup orang yang disangka Nordin Moh Top. Jika alasan yang dikemukakan bahwa Noordin sudah melengkapi dirinya dengan rompi bom bunuh diri, maka itu sebenarnya bukan halangan. Bukan sesuatu yang sulit untuk memasukkan sepuluh saja tabung gas airmata ke dalam rumah sekecil itu, lewat jendela, genteng yang jebol, atau lubang angin. Jika itu dilakukan, saya jamin, pasti orang yang ada di dalam rumah akan tidak betah lama-lama di dalam rumah. Polisi bisa meringkusnya dalam keadaan hidup-hidup dan bisa mengorek banyak keterangan dari si teroris agar bisa memberangus seluruh jaringan teroris Pak Cik Noordin.

Atau kerahkan saja sniper Densus 88 yang sudah dilengkapi Armalite AR-10T dengan teropong Bushnell, seperti yang dimiliki sniper Gegana Polri, dengan dengan peluru bius .308/7,62 mm sudah bisa melumpuhkan target dengan mudah. Ada banyak celah di rumah itu yang bisa dibidik oleh seorang sniper berpengalaman yang tentunya dimiliki Densus 88. Atau jika target bersembunyi terus di sudut rumah misalkan, target bisa digiring ke suatu tempat dengan tembakan-tembakan pendukung. Seorang sniper hanya perlu melihat korban sekilas dan menembak dengan cepat dan tepat ke titik-titik tertentu.

Namun sayang seribu sayang, semua ini tidak dilakukan Densus 88 sehingga menimbulkan banyak pertanyaan, dan juga kecurigaan. Hal ini dua dugaan. Pertama, dugaan jika sebenarnya polisi punya kepentingan lain dalam penyergapan yang dilakukan di Temanggung itu. Entah apa kepentingan itu. Dan yang kedua, jika benar apa yang dikatakan polisi bahwa penyerangan di Temangung itu sudah sesuai dengan SOP Densus 88, maka hal ini bisa-bisa menjadi bahan tertawaan pasukan khusus TNI. Dalam membebaskan ratusan sandera dalam pembajak pesawat Woyla saja misalnya, dimana para pembajak juga membekali diri dengan senjata api dan bom, Kopassus hanya perlu mengerahkan 20-an prajuritnya dan berhasil menuntaskan misi dalam hitungan menit, bukan 18 jam seperti yang dilakukan polisi. Lalu dalam pembebasan sandera Kely Kwalik di Mapenduma, Irian, Kopassus hanya perlu menerjunkan satu tim kecil yang langsung dipimpin Prabowo. Prestasi spektakuler ini tentu tidak bisa dibandingkan dengan yang terjadi di Temanggung. 

Saya yakin, di balik penyerangan penuh teka-teki yang terjadi di Temanggung itu nantinya akan terbuka juga kebenarannya. Saya yakin, Densus 88 memiliki kualifikasi yang jauh lebih tinggi ketimbang apa yang mereka lakukan di Temanggung itu.

Terkait dengan Teori Konspirasi, paradgma yang dibangun pemerintah kita selama ini terhadap kelompok teroris “Pak Cik” Noordin Moh Top adalah salah. Seharusnya SBY menegaskan jika bangsa ini sebenarnya sedang diserang teroris Malaysia. Indonesia Under Attack!!!
 
Dengan paradigma seperti itu, seluruh komponen bangsa ini akan bersatu di belakang pemerintah untuk melawan Teroris Malaysia. Apalagi sekarang Malaysia kembali buat ulah dengan mengklaim Tari Pendet sebagai budayanya. Jangan-jangan nanti Monas pun akan diklaim sebagai bangunan milik Malaysia. A Truly Maling of Asia.
 
Namun sayang, SBY terlalu takut untuk bersikap seperti itu. Apakah ini terkait kenyataan jika SBY sebenarnya merupakan jenderal dari jalur staff, bukan seorang jenderal dari garis komando atau kombatan? Wallahu’alam. Kita patut sesalkan, enam jam setelah bom meledak, SBY malah curhat dan—maaf—terkesan cengeng dengan menunjukkan foto wajahnya yang bolong di pipi kanannya ditembak teroris. 

Padahal, Bung Karno saja yang pernah ditembaki dengan pesawat terbang (Maukar), pernah beberapa kali digranat sehingga sejumlah pengawalnya terbunuh, tidak pernah curhat dan cengeng seperti itu. Indonesia memerlukan pemimpin yang tegar dan kuat, bukan seorang pemimpin melankolis yang di saat rakyatnya kelaparan malah meluncurkan album nyanyian.

Mungkin ini dulu tanggapan dari saya. Percayalah, tidak ada seorang pun yang mumpuni untuk sanggup menerangkan apa itu dunia intelijen dan apa itu teori konspirasi. Wallahu’alam bishawab.



Sabtu, 05 Februari 2011

Sekelumit Kisah Palestina dan Israel


Israel yang dalam bahasa Ibrani  מדינת ישראל Medinat Yisra‘el, dan dalam bahasa Arab دولة إسرائيل Dawlat Isrā’īl merupakan sebuah negara di Timur Tengah yang dikelilingi Laut Tengah, Lebanon, Suriah, Yordania, Mesir dan gurun pasir Sinai. Israel juga dikelilingi dua daerah Otoritas Nasional Palestina, Jalur Gaza dan Tepi Barat.

Israel merupakan satu-satunya negara Yahudi di dunia dengan penduduk sekitar 7,28 juta jiwa.Selain Yahudi, terdapat juga beberapa kelompok etnis minoritas seperti etnis Arab yang berkewarganegaraan Israel. Di Israel juga terdapat beberapa agama lain seperti Muslim, Kristen, Druze, Samaria, dan lain-lain.

Awal Sejarah Israel
Kisah & Sejarah Israel & PalestinaMenurut kitab Taurat, Tanah Israel dijanjikan kepada tiga Patriark Yahudi oleh Tuhan sebagai tanah air Yahudi. Sekitar abad ke-11 SM, beberapa kerajaan dan negara Israel didirikan disekitar Tanah Israel. Antara periode Kerajaan-kerajaan Israel dan penaklukan Muslim abad ke-7, Tanah Israel jatuh di bawah pemerintahan Asiria, BabiloniaPersia, Yunani, Romawi, Sassania, dan Bizantium. Keberadaan orang Yahudi di wilayah tersebut berkurang drastis setelah kegagalan Perang Bar Kokhba melawan Kekaisaran Romawi pada tahun 132, menyebabkan pengusiran besar-besaran Yahudi. Pada tahun 628/9, Kaisar Bizantium Heraklius memerintahkan pembantaian dan pengusiran orang-orang Yahudi, mengakibatkan populasi Yahudi menurun lebih jauh lagi. Tanah Israel direbut dari Kekaisaran Bizantium sekitar tahun 636 oleh penakluk muslim. Selama lebih dari enam abad, kontrol wilayah tersebut berada di bawah kontrol Umayyah, Abbasiyah, dan Tentara Salib sebelum jatuh di bawah Kesulatanan Mameluk pada tahun 1260. Pada tahun 1516, Tanah Israel menjadi bagian dari Kesultanan Utsmaniyah, yang memerintah wilayah tersebut sampai pada abad ke-20.

Zionisme dan Mandat Britania
Pengusiran besar-besaran Yahudi atau yang biasa disebut Diaspora Yahudi, menyebabkan tersebarnya Yahudi ke berbagai negara. Pada permulaan abad ke-12, penindasan Yahudi oleh Katolik mendorong perpindahan orang-orang Yahudi Eropa kembali ke Tanah Suci. Dan perpindahan itu meningkatkan jumlah populasi Yahudi setelah pengusiran orang Yahudi dari Spanyol pada tahun 1492. Selama abad ke-16, komunitas-komunitas besar Yahudi kebanyakan berpusat pada Empat Kota Suci Yahudi, yaitu Yerusalem, Hebron, Tiberias, dan Safed. Pada pertengahan kedua abad ke-18, keseluruhan komunitas Hasidut yang berasal dari Eropa Timur telah berpindah ke Tanah Suci. Imigrasi dalam skala besar, atau dikenal sebagai Aliyah Pertama (עלייה), di mulai pada tahun 1881, yaitu pada saat orang-orang Yahudi melarikan diri dari pogrom di Eropa Timur. Pada tahun 1896, Theodor Herzl menerbitkan buku Der Judenstaat (Negara Yahudi), dan memaparkan visinya tentang negara masa depan Yahudi, Tahun berikutnya ia kemudian mengetuai Kongres Zionis Dunia pertama.

Aliyah Kedua (1904–1914) dimulai setelah terjadinya pogrom Kishinev. Sekitar 40.000 orang Yahudi kemudian berpindah ke Palestina. Selama Perang Dunia I, Menteri Luar Negeri Britania Arthur Balfour mengeluarkan pernyataan yang dikenal sebagai Deklarasi Balfour, yaitu deklarasi yang mendukung pendirian negara Yahudi di tanah Palestina. Atas permintaan Edwin Samuel Montagu dan Lord Curzon, disisipkan pula pernyataan “it being clearly understood that nothing shall be done which may prejudice the civil and religious rights of existing non-Jewish communities in Palestine, or the rights and political status enjoyed by Jews in any other country“. Legiun Yahudi, batalion yang terdiri dari sukarelawan-sukarelawan Zionis, kemudian membantu Britania menaklukkan Palestina. Oposisi Arab terhadap rencana ini berujung pada Kerusuhan Palestina 1920 dan pembentukan organisasi Yahudi yang dikenal sebagai Haganah (Bahasa Ibrani : Pertahanan). Pada tahun 1922, Liga Bangsa-Bangsa mempercayakan mandat atas Palestina kepada Britania Raya. Populasi wilayah ini pada saat itu secara dominan merupakan Arab muslim, sedangkan pada wilayah perkotaan seperti Yerusalem, secara dominan merupakan Yahudi.

Aliyah Ketiga (1919–1923) dan Aliyah Keempat (1924–1929), secara keseluruhan membawa 100.000 orang Yahudi ke Palestina. Setelah terjadinya kerusuhan Jaffa, Britania membatasi imigrasi Yahudi, dan wilayah yang ditujukan sebagai negara Yahudi dialokasikan di Transyordania. Gerakan Nazi pada tahun 1930 menyebabkan Aliyah kelima (1929-1939) dengan masukknya seperempat juta orang Yahudi ke Palestina. Gelombang masuknya Yahudi secara besar-besaran ini menimbulkan Pemberontakan Arab di Palestina 1936-1939, memaksa Britania membatasi imigrasi dengan mengeluarkan Buku Putih 1939. Sebagai reaksi atas penolakan negara-negara di dunia yang menolak menerima pengungsi Yahudi yang melarikan diri dari Holocaust, dibentuklah gerakan bawah tanah yang dikenal sebagai Aliyah Bet yang bertujuan untuk membawa orang-orang Yahudi ke Palestina. Pada akhir Perang Dunia II, jumlah populasi orang Yahudi telah mencapai 33% populasi Palestina, meningkat drastis dari sebelumnya yang hanya 11% pada tahun 1922.

Kemerdekaan Israel
Kisah & Sejarah Israel & PalestinaSetelah 1945, Britania Raya menjadi terlibat dalam konflik kekerasan dengan Yahudi. Pada tahun 1947, pemerintah Britania menarik diri dari Mandat Palestina, menyatakan bahwa Britania tidak dapat mencapai solusi yang diterima baik oleh orang Arab maupun Yahudi.
Badan PBB yang baru saja dibentuk kemudian menyetujui Rencana Pembagian PBB (Resolusi Majelis Umum PBB 18) pada 29 November 1947. Rencana pembagian ini membagi Palestina menjadi dua negara, satu negara Arab, dan satu negara Yahudi. Yerusalem ditujukan sebagai kota Internasional – corpus separatum – yang diadministrasi oleh PBB untuk menghindari konflik status kota tersebut.
Komunitas Yahudi menerima rencana tersebut, tetapi Liga Arab dan Komite Tinggi Arab menolaknya atas alasan kaum Yahudi mendapat 55% dari seluruh wilayah tanah meskipun hanya merupakan 30% dari seluruh penduduk di daerah ini. Pada 1 Desember 1947, Komite Tinggi Arab mendeklarasikan pemogokan selama 3 hari, dan kelompok-kelompok Arab mulai menyerang target-target Yahudi. Perang saudara dimulai ketika kaum Yahudi yang mula-mulanya bersifat defensif perlahan-lahan menjadi ofensif. Ekonomi warga Arab-Palestina runtuh dan sekitar 250.000 warga Arab-Palestina diusir ataupun melarikan diri.

Pada 14 Mei 1948, sehari sebelum akhir Mandat Britania, Agensi Yahudi memproklamasikan kemerdekaan dan menamakan negara yang didirikan tersebut sebagai “Israel“. Sehari kemudian, gabungan lima negara Arab – Mesir, Suriah, Yordania, Lebanon dan Irak –menyerang Israel, menimbulkan Perang Arab-Israel 1948. Maroko, Sudan, Yemen dan Arab Saudi juga membantu mengirimkan pasukan.

Setelah satu tahun pertempuran, genjatan senjata dideklarasikan dan batas wilayah sementara yang dikenal sebagai Garis Hijau ditentukan. Yordania kemudian menganeksasi wilayah yang dikenal sebagai Tepi Barat dan Yerusalem Timur, sedangkan Mesir mengontrol Jalur Gaza. Israel kemudian diterima sebagai anggota PBB pada tanggal 11 Mei 1949. Selama konflik ini, sekitar 711.000 orang Arab Palestina (80% populasi Arab) mengungsi keluar Palestina. Pada masa-masa awal kemerdekannya, gerakan Zionisme buruh yang dipimpin oleh Perdana Menteri David Ben-Gurion mendominasi politik Israel. Tahun-tahun ini ditandai dengan imigrasi massal para korban yang selamat dari Holocaust dan orang-orang Yahudi yang diusir dari tanah Arab.

Populasi Israel meningkat dari 800.000 menjadi 2.000.000 dalam jangka waktu sepuluh tahun antara 1948 sampai dengan 1958. Kebanyakan pengungsi tersebut ditempatkan di perkemahan-perkemahan yang dikenal sebagai ma’abarot. Sampai tahun 1952, 200.000 imigran bertempat tingal di kota kemah ini. Selama tahun 1950-an, Israel terus menerus diserang oleh militan Palestina yang kebanyakan berasal dari Jalur Gaza yang diduduki oleh Mesir. Pada tahun 1956, Israel bergabung ke dalam sebuah aliansi rahasiaBritania Raya bersama dengan dan Perancis, yang betujuan untuk merebut kembali Terusan Suez yang sebelumnya telah dinasionalisasi oleh Mesir. Walaupun berhasil merebut Semenanjung Sinai, Israel dipaksa untuk mundur atas tekanan dari Amerika Serikat dan Uni Soviet sebagai ganti atas jaminan hak pelayaran Israel di Laut Merah dan Terusan Suez.

Kisah & Sejarah Israel & PalestinaPada tahun 1967, Mesir, Suriah, dan Yordania menutup perbatasannya dengan Israel dan mengusir pasukan perdamaian PBB keluar dari wilayah tersebut serta memblokade akses Israel terhadap Laut Merah. Israel kemudian melancarkan serangan terhadap pangkalan angkatan udara Mesir karena takut akan terjadinya invasi oleh Mesir. Hal ini kemudian berujung pada Perang Enam Hari yang kemudian dimenangkan oleh Israel. Pada perang ini, Israel berhasil merebut Tepi Barat, Jalur Gaza, Semenanjung Sinai, dan Dataran Tinggi Golan. Garis Hijau menjadi penanda batas antara wilayah administrasi Israel dengan Wilayah pendudukan Israel. Batas wilayah Yerusalem juga diperluas dengan memasukkan wilayah Yerusalem Timur. Sebuah undang-undang yang mengesahkan pemasukan wilayah ini kemudian ditetapkan. Hal ini kemudian berujung pada Resolusi Dewan Keamanan PBB 478 yang menyatakan bahwa penetapan ini tidak sah dan melanggar hukum internasional.
Kisah & Sejarah Israel & PalestinaKegagalan negara-negara Arab pada perang tahun 1967 kemudian menyebabkan tumbuhnya gerakan kemerdekaan Palestina oleh Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).
Pada akhir 1960-an dan awal 1970-an, beberapa kelompok militer Palestina melancarkan berbagai gelombang serangan terhadap warga-warga Israel di seluruh dunia, termasuk pula pembunuhan atlet-atlet Israel pada Olimpiade München 1972. Israel membalas aksi tersebut dengan melancarkan Operasi Wrath of God (Kemarahan Tuhan). Pada operasi ini, orang-orang yang bertanggung jawab terhadap peristiwa München ini dilacak dan dibunuh.
Pada hari Yom Kippur 6 Oktober 1973 yang merupakan hari suci Yahudi, pasukan Mesir dan Suriah melancarkan serangan mendadak terhadap Israel. Perang tersebut berakhir pada tanggal 26 Oktober dengan Israel berhasil memukul balik pasukan Mesir dan Suriah. Walaupun demikian perang ini dianggap sebagai kekalahan Israel.
Pemilihan Knesset 1977 menandai terjadinya titik balik dalam sejarah perpolitikan Israel. Pada pemilihan ini, Menachem Begin yang berasal dari partai Likud mengambil alih kontrol pemerintahan dari Partai Buruh Israel. Pada tahun itu pula, Presiden Mesir Anwar El Sadat melakukan kunjungan ke Israel dan mengucapkan pidato di depan Knesset. Aksi ini dilihat sebagai pengakuan kedaulatan Israel yang pertama oleh negara Arab.
Dua tahun kemudian, Sadat dan Menachem Begin menandatangani Persetujuan Camp David dan Perjanjian Damai Israel-Mesir. Israel menarik mundur pasukannya dari semenanjung Sinai dan setuju untuk bernegosiasi membahas otonomi warga Palestina yang berada di luar Garis Hijau. Namun, rencana tersebut tidak pernah diimplementasi.
Pemerintahan Begin mendukung warga Israel untuk bermukim di Tepi Barat, mengakibatkan konflik dengan warga Palestina di daerah tersebut.
Pada tanggal 7 Juni 1981, Israel membom bardir reaktor nuklir Osirak milik Irak pada Operasi Opera. Badan intelijen Israel, Mossad, mencurigai reaktor nuklir tersebut akan digunakan Irak untuk mengembangkan senjata nuklir.
Pada tahun 1982, Israel melakukan intervensi pada Perang Saudara Lebanon untuk menghancurkan basis-basis serangan Organisasi Pembebasan Palestina di Israel Utara. Intervensi ini kemudian berkembang menjadi Perang Lebanon Pertama. Israel menarik pasukannya dari Lebanon pada tahun 1986. Intifada Pertama yang merupakan perlawanan rakyat Palestina terhadap pemerintahan Israel terjadi pada tahun 1987, menyebabkan terjadinya kekerasan di daerah pendudukan Israel.
Selama Perang Teluk 1991, PLO dan kebanyakan warga Palestina mendukung Saddam Hussein dan Irak dalam melancarkan serangan misil terhadap Israel.
Pada tahun 1992, Yitzhak Rabin menjadi Perdana Menteri Israel setelah memangkan pemilihan umum legislatif Israel 1992. Yitzhak Rabin dan partainya mendukung adanya kompromi dengan tetangga-tetangga Israel.
Tahun 1993, Shimon Peres dan Mahmoud Abbas, sebagai wakil Israel dan PLO, menandatangani Persetujuan Oslo. Persetujuan ini memberikan Otoritas Nasional Palestina hak untuk memerintah di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Selain itu, juga dinyatakan pula pengakuan hak Israel untuk berdiri dan menyerukan berakhirnya terorisme.
Pada tahun 1994, Perjanjian Damai Israel-Yordania ditandatangani, membuat Yordania menjadi negara Arab kedua yang melakukan normalisasi hubungan dengan Israel.
Dukungan publik Arab terhadap persetujuan ini menurun setelah terjadinya peristiwa pembantaian umat muslim yang sedang bersembahyang di Masjid Ibrahimi oleh sekelompok ekstremis gerakan Kach. Selain itu, pemukiman warga Israel di daerah pendudukan yang masih berlanjut, serta menurunnya kondisi ekonomi Palestina juga menurunkan dukungan publik Arab.
Dukungan publik Israel terhadap persetujuan ini juga berkurang setelah terjadinya rentetan kasus bom bunuh diri yang dilakukan oleh hamas. Pembunuhan Yitzhak Rabin yang dilakukan oleh esktremis Yahudi ketika ia sedang meninggalkan sebuah pawai yang mendukung perdamaian dengan Palestina mengejutkan seluruh negeri.
Pada akhir 1990-an, Israel yang dipimpin oleh Benjamin Netanyahu menarik mundur pasukannya dari Hebron dan menandatangai Memorandum Sungai Wye. Memorandum tersebut memberikan Otoritas Nasional Palestina kontrol yang lebih luas.
Peta perubahan wilayah Israel dan Palestina :
Kisah & Sejarah Israel & Palestina
sumber :
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Israel
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Palestina

Sabtu, 18 Desember 2010

Hak Tanggungan


Latar Belakang
Pendaftaran tanah adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah secara terus menerus, berkesinambungan dan teratur, meliputi pengumpulan, pengolahan, pembukuan, dan penyajian serta pemeliharaan data fisik dan data yuridis, dalam bentuk peta dan daftar, mengenai bidang-bidang tanah dan satuan-satuan rumah susun, termasuk pemberian surat tanda bukti hanya bagi bidang-bidang tanah yang sudah ada haknya, dan hak milik atas satuan rumah susun serta hak-hak tertentu yang membebaninnya. Pendaftaran tanah diatur sebelumnya dalam Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1961 tentang Pendaftaran Tanah.

Tujuan Pendaftaran Tanah
Pendaftaran tanah bertujuan untuk (i) memberikan kepastian hukum dan perlindungan hukum kepada pemegang hak atas suatu bidang tanah, satuan rumah susun dan hak-hak lain yang terdaftar, agar dengan mudah dapat membuktikan dirinya sebagai pemegang hak yang bersangkutan, (ii) untuk menyediakan informasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan, termasuk Pemerintah agar dapat memperoleh data yang diperlukan dalam mengadakan perbuatan-perbuatan hukum sehubungan dengan tanah dan rumah susun, dan (iii) untuk dapat terselenggaranya tertib administrasi pertanahan.

Pendaftaran Tanah
Pendaftaran tanah diselenggarakan oleh Badan Pertanahan Nasional, (“BPN”), dimana pelaksanaannya dilakukan oleh Kepala Kantor Pertanahan (“Kantor Pertanahan”). Dalam menjalankan tugasnya, Kantor Pertanahan dibantu oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah yang diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Negara Agraria. Obyek dari pendaftaran tanah meliputi:
·         Bidang-bidang tanah yang dipunyai dengan hak milik, hak guna usaha, hak guna bangunan, dan hak pakai;
·         tanah hak pengelolaan;
·         tanah wakaf;
·         hak milik atas satuan rumah susun;
·         hak tanggungan;
·         tanah Negara.

Pelaksanaan pendaftaran tanah meliputi (i) pendaftaran tanah untuk pertama kali, dan (ii) pemeliharaan pendaftaran tanah. Pendaftaran tanah untuk pertama kali dilaksanakan melalui pendaftaran tanah secara sistematik dan pendaftaran tanah secara sporadik. Kegiatan pendaftaran tanah untuk pertama kali dilakukan dengan kegiatan pengumpulan dan pengolahan data fisik, melalui kegiatan pengukuran dan pemetaan meliputi (i) pembuatan peta dasar pendaftaran, (ii) penetapan batas bidang-bidang tanah, (iii) pengukuran dan pemetaan bidang-bidang tanah dan pembuatan peta pendaftaran, (iv) pembuatan daftar tanah, dan (v) pembuatan surat ukur.

Pendaftaran hak atas tanah maupun hak milik atas satuan rumah susun dibagi menjadi 2 (dua) bagian, yaitu (i) pembuktian hak baru, dan (ii) pembuktian hak lama. Pembuktian atas tanah baru dibuktikan dengan penetapan pemberian hak dari Pejabat yang berwenang memberikan hak menurut ketentuan yang berlaku, dan akta asli Pejabat Pembuat Akta Tanah (“PPAT”) yang memuat pemberian hak tersebut. Pemberian hak milik atas satuan rumah susun dibuktikan berdasarkan akta pemisahan, yang menunjukkan satuan yang dimiliki, dan proposional atas kepemilikan rumah susun tersebut. Pendaftaran hak lama dibuktikan dengan alat – alat bukti berupa bukti tertulis, keterangan saksi dan/atau keterangan dari orang yang bersangkutan, yang kadar kebenarannya ditentukan oleh instansi yang berwenang.

Pembukuan Hak dan Penerbitan Sertifikat
Hak atas tanah, hak pengelolaan, tanah wakaf, hak milik atas satuan rumah susun didaftar dengan membukukannya dalam buku tanah yang memuat data yuridis, yaitu keterangan atas status hukum tanah atau rumah susun, dan data fisik, yaitu keterangan mengenai batas, bidang, dan luas bidang tanah atau satuan rumah susun. Sertifikat diterbitkan untuk kepentingan pemegang hak yang bersangkutan sesuai dengan data fisik dan data yuridis yang ada di dalam buku tanah. Penerbitan sertifikat tersebut bertujuan agar pemegang hak dapat dengan mudah membuktikan haknya. Sertifikat adalah tanda bukti hak yang kuat, dalam arti bahwa selama data fisik dan yuridis adalah data yang benar.

Pemeliharaan Data Pendaftaran Tanah
Pemegang hak berkewajiban untuk mendaftarkan tanah, apabila terjadi perubahan atas data fisik atau yuridisi atas tanah. Misalnya apabila dilakukan pemisahan, pemecahan, atau penggabungan bidang-bidang tanah, dan juga pembebanan atau pemindahan hak atas sebidang tanah. Pemindahan hak hanya bisa dibuktikan dengan suatu akta yang dibuat di depan PPAT, dan disaksikan oleh sekurang-kurangnya 2 (dua) orang saksi. Kemudian, akta mengenai pemindahan hak tersebut dikirim selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sejak ditandatanganinya akta tersebut kepada Kantor Pertanahan.


Pencoretan Hak Tanggungan
Pencoretan Hak Tanggungan dilakukan jika Hak Tanggungan berakhir pada saat piutang telah dilunasi. Kantor pertanahan (BPN) setempat yang berwenang harus melakukan pencoretan / roya atas Hak Tanggungan di buku hak atas tanah dan sertifikat untuk menjamin kepastian hukumnya.
Tata cara mencoret sebagai berikut :
·         Mengajukan pencoretan / roya ke kantor pertanahan setempat.
·         Mengajukan permohonan meroya dengan melampirkan sertifikat Hak Tanggungan dan surat pernyataan dari bank mengenai pelunasan piutang yang dijamin dengan Hak Tanggungan


Hapusnya Hak Tanggungan
Hak Tanggungan hapus karena hal-hal sebagai berikut:
a. hapusnya utang yang dijamin dengan Hak Tanggungan;
b. dilepaskannya Hak Tanggungan oleh pemegang Hak Tanggungan;
c. pembersihan Hak Tanggungan berdasarkan penetapan peringkat oleh Ketua Pengadilan Negeri;
d. hapusnya hak atas tanah yang dibebani Hak Tanggungan.
Hapusnya hak atas tanah ini tidak menyebabkan hapusnya hutang yang dijamin dengan Hak Tanggungan tersebut.

Eksekusi Hak Tanggungan
Apabila kreditor cidera janji obyek Hak Tanggungan dijual melalui pelelangan umum menurut cara yang ditentukan dalam peraturan perundang – undangan yang berlaku dan pemegang Hak Tanggungan berhak mengambil seluruh atau sebagian dari hasilnya untuk pelunasan piutangnya, dengan hak yang mendahului dari pada kreditor – kreditor yang lain.
a.      Hak pemegang Hak Tanggungan pertama untuk menjual obyek Hak Tanggungan atas kekuasaan sendiri berdasarkan ketentuan Pasal 6 yang diperkuat dengan janji yang disebut dalam Pasal 11 ayat 2 huruf e Undang – Undang Nomor 4 Tahun 1996 Tentang Hak Tanggungan (“UUHT”).
b.      Title eksekutorial yang terdapat dalam sertifikat Hak Tanggungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat 2 UUHT.

Eksekusi Hak Tanggungan harus dilakukan dengan cara penjualan obyek Hak Tanggungannya melalui lelang umum, tetapi karena penjualan dengan cara tersebut tidak selalu menghasilkan harga yang lebih tinggi, maka berdasarkan Pasal 20 ayat 2 UUHT, atas kesepakatan pemberi dan pemegang Hak Tanggungan, penjualan obyek Hak Tanggungan dapat dilakukan di bawah tangan jika demikian itu akan diperoleh harga tertinggi yang menguntungkan semua pihak. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah dan mempercepat proses penjualan serta memperoleh harga yang lebih tinggi.

Pelaksanaan penjualan di bawah tangan ini hanya dapat dilakukan setelah lewat waktu 1 (satu) bulan sejak diberitahukan oleh pemberi atau penerima Hak Tanggungannya kepada pihak – pihak yang berkepentingan dan diumumkan sedikitnya dalam dua surat kabar yang beredar di daerah yang bersangkutan, serta tidak ada pihak yang menyatakan keberatan.

Selasa, 14 Desember 2010

Target Naturalisasi Indonesia (Keturunan Indonesia)

Divisi Utama
Bobby Petta = adelaide united (australia)
Charles Dissels = sparta rotterdam
Delano Hill = willem II tilburg
Demy de Zeeuw = az alkmaar
Denny Landzaat = wigan athletic fc (inggris)
Giovanni van Bronckhorst = feyenoord rotterdam
Jason Oost = vvv venlo
Jeffrey Altheer = excelsior rotterdam
Jeffrey de Vischer = aberdeen fc (skotlandia)
Jeffrey Leiwakabessy = allemania aachen (jerman)
Jhon van Beukering = nec nijmegen
Johnny Heitinga = ajax amsterdam
Michael Mols = feyenoord rotterdam
Michael Timisela = vvv venlo
Quido Lanzaat = pfc cska sofia (bulgaria)
Robin van Persie = arsenal fc (inggris)
Sigourney Bandjar = excelsior rotterdam

Divisi I
Bryon Kiefer = bv veendam
David Ririhena = top oss
Dominggus Lim-Duan = fc eindhoven
Ferdinand Katipana = cambuur Leeuwarden
Joas Siahaija = mvv maastricht
Justin Tahapary = fc eindhoven
Levi Risamasu = agovv apeldoorn
Lucien Sahetapy = bv veendam
Milan Berck-Beelenkamp = hfc haarlem
Radja Nainggolan = piacenza calcio (italia) Gak Jadi (PENGHIANAT)
Randy Thenu = fc den bosch
Regilio Jacobs = top oss
Robbert Maruanaya = GA eagles deventer
Sergio Kawarmala = helmond sport
sergio van dijk = fc emmen

Junior
Andy Tahitu = de graafschap
Christian Supusepa = ajax amsterdam
Tobias Waisapy = feyenoord rotterdam
Tom Hiariej = fc groningen
Irfan Bachdim = fc utrecht
Stefano Lilipaly = fc utrecht
Django Ngutra = GA eagles deventer
Gino de Zeeuw = agovv apeldoorn
Yentl Heatubun = fortuna sittard
Jemayel Maruanaja = fortuna sittard
Njigel Latumaerissa = rkc waalwijk
Bryan Brard = vitesse arnhem

A (U-19)
Stefano Lilipaly = fc utrecht
Christian Supusepa = ajax amsterdam
Tim Hattu = vvv venlo
Jeffrey Hen = vvv venlo
Xander Houtkoop = sc Heerenveen
Edinho Pattinama = nac breda
Gaston Salasiwa = az alkmaar
Giovanni Kasanwirjo = ajax amsterdam
Raymond Soeroredjo = vitesse/agovv
Tobias Waisapy = feyenoord rotterdam
Jordao Pattinama = feyenoord rotterdam
Abel Tamata = psv eindhoven
Yael Heatubun = fortuna sittard
Django Ngutra = GA eagles deventer
Richie Pairun = cambuur Leeuwarden
Ruben Wuarbanaran = fc Den Bosch
Daniel Salakory = fc Den Bosch
Govanni Wilikin = top oss

B (U-17)
Anice Waisapy = vvv venlo
Cayfano Latupeirissa = nec nijmegen
Estefan Pattinasarany = az alkmaar
Joey Latumalea = fc groningen
Yoram Pesulima = vitesse/agovv
Marciano Leuwol = vitesse/agovv
Stevie Hattu = vvv venlo
Sonny Luhukay = vvv venlo
Masaro Latuheru = feyenoord rotterdam
Ferd Pasaribu = fortuna sittard
Jair Behoekoe Nam Radja = rkc waalwijk
Marinco Hiariej = bv veendam
Graham Bond = fc omniworld

C (U-15)
Brandon Leiwakabessy = nec nijmegen
Jordi Tatuarima = nec nijmegen
Levi Raja Boean = nec nijmegen
Rychto Lawalata = nec nijmegen
Benjamin Roemeon = vitesse/agovv
Delano Haulussy = GA eagles deventer
Ricarco Malaihollo = GA eagles deventer
Jordi Rakiman = cambuur leeuwarden
Kevin Pairun = cambuur leeuwarden

D - E
Silgio Thenu = feyenoord D1 (U-13)
Niaz de Coninck = feyenoord D1 BVO (U-13)
Tom Titarsolej = psv eindhoven D3 (U-11)
Jamarro Diks = vitesse/agovv D1 (U-13)
Kevin Diks (Bakarbessy) = vitesse/agovv D2 (U-12)
Jerah Hukom = Vitesse/agovv D2 (U-12)
Jamarro Diks = vitesse/agovv D1 (U-13)
Shayne Pattynama = ajax amsterdam E3 (U-10)
Nathan Haurissa = fc den bosch D2 (U-12)
Sereno Latuhihin = fc den bosch D3 (U-11)